Analisis Biomarker Vitamin D, VEGF dan sFLT-1 sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Klinis pada Penatalaksanaan Preeklampsia
Keywords:
Biomarker, Vitamin D, Pengambilan Keputusan Klinis, Preeklampsia, sFLT-1, VEGFAbstract
Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal maupun neonatal. Kondisi ini ditandai hipertensi setelah usia kehamilan 20 minggu yang disertai proteinuria atau disfungsi organ. Patogenesisnya melibatkan gangguan implantasi plasenta, disfungsi endotel, stres oksidatif, inflamasi, serta ketidakseimbangan faktor angiogenik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran biomarker Vitamin D, Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), dan soluble fms-like tyrosine kinase-1 (sFLT-1) sebagai dasar pengambilan keputusan klinis pada penatalaksanaan preeklampsia. Metode yang digunakan adalah literature review deskriptif-analitis terhadap artikel PubMed, Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar periode 2015–2026. Hasil telaah menunjukkan defisiensi Vitamin D berkaitan dengan peningkatan risiko preeklampsia, penurunan VEGF mencerminkan gangguan angiogenesis, sedangkan peningkatan sFLT-1 berhubungan dengan disfungsi endotel. Rasio sFLT-1/PlGF memiliki kemampuan baik dalam memprediksi preeklampsia berat. Kombinasi ketiga biomarker berpotensi meningkatkan deteksi dini, stratifikasi risiko, pemantauan penyakit, dan penentuan waktu terminasi kehamilan





