Riwayat Inisiasi Menyusu Dini dan Pemberian ASI Eksklusif Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Campalagian
Keywords:
ASI Eksklusif, Balita, Inisiasi Menyusui Dini, stuntingAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang sampai saat ini masih menjadi tantangan
kesehatan di Indonesia. Pemberian makan bayi secara optimal, seperti Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
dan ASI Eksklusif, merupakan intervensi penting dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan untuk
pencegahan stunting. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang tidak mendapatkan IMD
dan ASI Eksklusif memiliki risiko mengalami gangguan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan
menganalisis hubungan Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada
balita. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional.
Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 24–59 bulan, dengan pengambilan sampel
menggunakan simple random sampling sebanyak 120 responden. Analisis data menggunakan uji Chi
Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05, dilengkapi dengan uji Fisher’s Exact Test dan perhitungan
Odds Ratio (OR) beserta 95% CI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden melakukan IMD (68,3%) dan memberikan ASI Eksklusif (62,5%), sedangkan kejadian stunting ditemukan pada 31,7% balita. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara IMD dengan kejadian stunting (p=0,0014) dan ASI Eksklusif dengan kejadian stunting
(p=0,0006), dengan OR masing-masing sebesar 0,25 (95% CI: 0,11–0,58) dan 0,24 (95% CI: 0,11 0,54). Kesimpulannya, Inisiasi Menyusu Dini dan pemberian ASI Eksklusif memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Peningkatan cakupan IMD dan ASI Eksklusif perlu menjadi prioritas dalam program kesehatan ibu dan anak.





